Pamekasan, 6 Agustus 2026
PAMEKASAN — Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) IV Pamekasan menggelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Festival Sapi Sono Tahun 2026 di Ruang Rapat Trunojoyo, Kamis (6/8/2026). Rapat yang berlangsung khidmat itu dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten se-Madura, serta Paguyuban Sapi Sono Madura (Pantura).
Dalam sambutannya, Sekretaris Bakorwil IV Pamekasan Muhyi, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran yang terjadi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut berdampak pada pelaksanaan Festival Sapi Sono. Ia menyebut anggaran kegiatan tahun ini hanya tersisa sekitar sepertiga dari anggaran tahun sebelumnya.
“Sebenarnya Sapi Sono ini tidak memiliki anggaran tersendiri. Namun karena satu rangkaian dengan Kerapan Sapi, akhirnya diperjuangkan dan mendapatkan alokasi sepertiga tersebut. Kami mohon pengertian semua pihak, dan berharap kita bisa bersama-sama menjaga agar kegiatan ini tetap terlaksana dengan baik,” ujar Muhyi.
Ia menambahkan, dengan keterbatasan anggaran, fasilitasi dari pemerintah tahun ini hanya mencakup hal-hal yang sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), yakni tropi untuk peserta, konsumsi rapat, sewa mebel dan sewa perlengkapan audio. Sementara itu, tidak ada lagi alokasi dana langsung untuk masyarakat (peserta), sehingga peran serta berbagai pihak menjadi kunci keberlangsungan tradisi ini. Muhyi mengingatkan bahwa Sapi Sono merupakan budaya nasional yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda, dengan basis kegiatan terkonsentrasi di Sumenep, Pamekasan, dan sebagian Sampang.
Kepala Bidang Kemasyarakatan Bakorwil IV Pamekasan, Andrian Lutfi, S.T., dalam penyampaian Berita Acara menjelaskan bahwa pemangku pelaksanaan Festival Sapi Sono tahun ini diserahkan kepada Paguyuban Sapi Sono Madura, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Sebagai perbandingan, Andrian menyampaikan bahwa kegiatan Kerapan Sapi telah mengantongi dukungan pendanaan sekitar Rp750 juta, yang berasal dari patungan Pakarsakera empat kabupaten di Madura serta sumbangan sponsor. Ia berharap Paguyuban Sapi Sono dapat mencontoh model pendanaan kolaboratif tersebut untuk keberlanjutan festival di tahun-tahun mendatang.
Sesi diskusi menghadirkan sejumlah tanggapan dari peserta rapat. Agus Hendriyono dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumenep menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Sapi Sono. Namun, ia menyampaikan permohonan maaf karena Kerapan Sapi—yang menjadi satu rangkaian dengan Sapi Sono—belum dapat dilaksanakan di Sumenep tahun ini, sehingga Sapi Sono juga belum bisa digelar di wilayah tersebut. Ia berharap pada tahun-tahun berikutnya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik di Sumenep.
Sementara itu, Sadari, S.Sn dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa dinasnya turut terdampak efisiensi anggaran, sehingga dukungan yang dapat diberikan tidak maksimal secara pendanaan. Sebagai gantinya, Disbudpar Jatim akan berkontribusi melalui promosi Festival Sapi Sono di media sosial resmi Disbudpar Jatim.
Rapat persiapan ini berjalan lancar dan ditutup pukul 12.00 WIB, dengan komitmen bersama antara Bakorwil IV Pamekasan, dinas terkait, dan Paguyuban Sapi Sono Madura untuk terus berkoordinasi demi keberlangsungan Festival Sapi Sono 2026 di tengah keterbatasan anggaran.