PAMEKASAN – Menggelar ajang budaya bergengsi di tengah penyesuaian anggaran bukanlah hal yang mustahil jika dihadapi dengan semangat gotong royong dan sinergi. Pesan inilah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Grand Final Kerapan Sapi Piala Presiden RI Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Trunojoyo, Bakorwil IV Pamekasan, Rabu (29/7/2026).
Dipimpin langsung oleh Sekretaris Bakorwil IV Pamekasan, Muhyi, S.Sos., M.Si., rapat ini menjadi wadah musyawarah penting guna memastikan ajang kebanggaan masyarakat Madura tersebut tetap terselenggara dengan meriah dan lancar.
Dalam sambutannya, Muhyi menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak, termasuk perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Disbudpar Kabupaten se-Madura, serta jajaran pengurus Pakarsakera Pusat. Ia menekankan bahwa pelaksanaan tahun ini membutuhkan tekad yang kuat dan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan.
"Bagi kami, ini adalah sebuah perjuangan. Mengingat tahun ini terdapat efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi tetap berkomitmen memberikan dukungan utama, salah satunya penyediaan hadiah berupa dua unit mobil untuk Juara 1 Golongan Atas dan Golongan Bawah. Oleh karena itu, agar event ini dapat terlaksana dengan baik dan meriah, sinergi bersama adalah kuncinya," ujar Muhyi.
Strategi Kolaborasi dan Semangat Gotong Royong
Kondisi tersebut justru memantik semangat luar biasa dari para peserta rapat. Kepala Bidang Kemasyarakatan Bakorwil IV Pamekasan, Andrian Lutfi, ST., memaparkan bahwa pihaknya telah menyusun konsep pembagian peran dan tanggung jawab secara proporsional melalui Berita Acara yang siap disepakati bersama.
Gayung pun bersambut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang diwakili oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat telah menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan memfasilitasi venue atau tempat penyelenggaraan Grand Final.
Sementara itu, komitmen dan semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Pakarsakera Pusat selaku elemen penggerak utama di lapangan. Meski menyadari tantangan penyelenggaraan tahun ini lebih besar, paguyuban ini menegaskan kesiapan dan dedikasi penuh untuk menyukseskan Kerapan Sapi 2026 demi menjaga marwah dan melestarikan warisan leluhur masyarakat Madura.
Dukungan moril maupun strategis juga datang dari Disbudpar Provinsi Jawa Timur. Perwakilan Disbudpar Jatim, Kartika, sangat mengapresiasi upaya gotong royong lintas sektor ini. Pihaknya berjanji akan meneruskan hasil rapat kepada pimpinan guna merumuskan bentuk dukungan lanjutan dari tingkat provinsi, sekaligus memetakan peluang kolaborasi dengan pihak swasta atau sponsor.
Rapat yang berlangsung dinamis dan penuh rasa kekeluargaan ini ditutup pada pukul 13.00 WIB. Melalui komitmen kuat lintas instansi dan paguyuban, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakorwil IV Pamekasan optimis bahwa semarak Grand Final Kerapan Sapi Piala Presiden RI 2026 akan tetap menjadi pesta rakyat yang berkesan di kancah nasional.