bakorwil4@jatimprov.go.id -

Pemuda Madura Didorong Kuasai Digital untuk Tingkatkan Daya Saing

PAMEKASAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Kapasitas Pemuda Berbasis Digital di Madura, Selasa (28/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Trunojoyo tersebut dihadiri oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten se-Madura dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten se-Madura.

Rakor yang dipimpin Sekretaris Bakorwil IV Pamekasan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya pemuda melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Sekretaris Bakorwil IV Pamekasan, Muhyi, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Ia menyebutkan, proporsi pemuda di Madura mencapai 24,32 persen dari total penduduk, yang merupakan potensi besar jika dikelola secara optimal.

“Mayoritas pemuda di Madura telah mengakses internet, bahkan lebih dari 95 persen menggunakan telepon genggam. Namun, penggunaannya masih cenderung konsumtif, seperti untuk media sosial, belum sepenuhnya produktif secara ekonomi,” ujarnya.

Pak Muhyi juga menyoroti pentingnya literasi digital, terutama bagi pemuda perempuan yang jumlahnya lebih dominan. Selain itu, ia menekankan perlunya kolaborasi dengan pesantren sebagai basis pengembangan pemuda, mengingat peran sentral kyai dalam membentuk karakter generasi muda di Madura.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Jawa Timur, Awan Widodo, memaparkan bahwa transformasi digital menjadi kunci dalam menciptakan pemuda yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Ia menjelaskan bahwa meskipun Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Timur tergolong tinggi, masih terdapat ketimpangan pada sektor kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Penggunaan perangkat digital di kalangan pemuda Madura sangat tinggi, mencapai lebih dari 98 persen. Namun, pemanfaatannya untuk kegiatan produktif masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peluang ekonomi digital terbuka lebar dengan dukungan akses internet yang semakin merata. Potensi lokal Madura pun dinilai dapat ditingkatkan nilai jualnya melalui strategi branding digital yang tepat.

Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Tata Kelola SPBE Diskominfo Jawa Timur, Retno Yuni Widayaningsih, mengungkapkan bahwa meskipun penetrasi internet terus meningkat, masih terdapat sejumlah wilayah blank spot di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep dan Bangkalan.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan penyedia layanan dalam memperluas jangkauan internet. Selain itu, kebutuhan talenta digital di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 12,09 juta hingga 2030 menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons secara serius.

“Pemerintah telah menyiapkan berbagai program pengembangan talenta digital seperti Vocational Blended Learning, Digital Experience, hingga AI Talent Factory yang dapat dimanfaatkan oleh pemuda,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyoroti rendahnya partisipasi pemuda dalam kegiatan organisasi serta tantangan implementasi program di wilayah pedesaan dan pesantren. Diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dan inovatif agar program kepemudaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk peran Karang Taruna, relawan TIK, serta pemerintah daerah dalam mendorong keterlibatan aktif pemuda, terutama melalui pendekatan digital yang lebih relevan dengan generasi saat ini.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif dan inklusif, sehingga potensi besar pemuda Madura dapat dikembangkan secara optimal menuju kemandirian ekonomi dan daya saing di era digital.