bakorwil4@jatimprov.go.id -

Sinergi Bakorwil IV Pamekasan dan HCML: Perkuat Penanganan Stunting dan Pemberdayaan Masyarakat Madura

PAMEKASAN - Bakorwil IV Pamekasan terus berkomitmen dalam menekan angka kemiskinan dan stunting di wilayah Madura. Komitmen ini diwujudkan melalui "Rapat Persiapan Kolaborasi Kegiatan Bapak Peduli Andi dan Santi" yang digelar bersama perwakilan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) di Ruang Rapat Kepala Bakorwil IV Pamekasan pada Kamis (2/7/2026).

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Bakorwil IV Pamekasan ini menyepakati keberlanjutan sinergi program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang pada tahun ini akan difokuskan di wilayah Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Pemilihan lokasi ini diselaraskan dengan arahan pihak HCML agar program lebih terlokalisir dan terukur di wilayah kerja mereka.

Dalam arahannya, Kepala Bakorwil IV Pamekasan menekankan pentingnya intervensi langsung terhadap tingginya angka kemiskinan dan kasus stunting di Madura. "Pada tahun 2025, masih banyak jumlah anak-anak terdampak stunting, sehingga Bakorwil IV Pamekasan ikut dalam proses pencegahannya melalui program Bapak Peduli Andi dan Santi," ungkap beliau.

Rencananya, aksi kolaborasi ini akan dieksekusi pada minggu kedua bulan Agustus 2026. Intervensi yang diberikan berupa penyaluran paket bantuan gizi seperti susu bubuk, biskuit, telur, dan lauk pauk yang disesuaikan dengan kebutuhan. Bantuan ini menargetkan 7 anak penerima kategori stunting dan 14 anak kategori pernikahan dini yang berada di kawasan Desa Lobuk.

Lebih dari sekadar bantuan sosial, Bakorwil IV Pamekasan dan HCML juga merancang program pemberdayaan ekonomi dan lingkungan yang komprehensif yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Beberapa inovasi program yang akan diimplementasikan meliputi:

  • MEJA TALENTA (Millenial Belajar Digitalisasi dan Entrepreneurship): Program pelatihan dan pendampingan bagi 10 orang milenial (lulusan SMA/S1) serta pemberdayaan masyarakat melalui produksi olahan hasil laut seperti pentol ikan dan kerupuk ikan. Untuk mendukung program ini, HCML berencana membangun pusat inkubasi (incubation center) sebagai etalase bagi produk-produk UKM binaan.
  • MAS SAKERA (Masyarakat Sadar Kebersihan Madura): Inovasi pelestarian lingkungan yang digagas Bakorwil ini akan disinergikan dengan inovasi ODARLING (Orientasi Sadar Lingkungan) milik HCML. Bentuk kegiatannya mencakup aksi bersih-bersih kampung, pekarangan, dan gapura.

Bapak Angga selaku perwakilan tim HCML menyambut baik sinergi ini. Ia menegaskan bahwa HCML yang bertugas hingga tahun 2032 siap mendukung penuh kegiatan Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di Madura. "Pemberian produk makanan jangan hanya diberikan saja, namun harus ada sosialisasi kepada masyarakat. Kami juga sepakat agar program-program ini dilokalisir di Desa Lobuk agar exposure dan kepastian daftar penerima manfaat lebih terfokus," jelasnya.

Kegiatan yang melibatkan berbagai institusi ini juga akan menggandeng DP3AK Provinsi Jawa Timur untuk sosialisasi pemahaman stunting, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi untuk pendampingan warga pasca-pelatihan. Ke depannya, diharapkan akan tersusun sebuah blueprint kerjasama jangka panjang antara Bakorwil IV Pamekasan dengan SKK Migas dan perusahaan KKKS kluster Madura agar pembangunan masyarakat dapat berjalan lebih masif dan berkelanjutan